Bali Sebagai Destinasi Wisata Yang Siap Bersaing di Era Global

Bali selama 2014 menerima kunjungan wisman sebanyak 3,76 juta orang, naik 14,89 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 3,27 juta orang. Demikian pula selama dua bulan periode Januari-Februari 2015 wisman ke Bali tercatat 640.739 orang, bertambah 15,44 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya hanya 555.052 orang.

Kondisi demikian menunjukkan sektor pariwisata Bali dan Indonesia umumnya akan tetap eksis dalam menghadapi era global.

Persaingan dunia kerja semakin ketat ke depannya. Karena itu diperlukan sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi kompetisi di era globalisasi. Karena itulah kami berupaya mencetak tenaga-tenaga terampil yang diperlukan pangsa pasar, sehingga bisa bersaing dalam mencari pekerjaan. Tanpa diimbangi SDM yang andal dan tangguh maka kita akan kalah bersaing dalam dunia kerja pada era globalisasi

Ke depan dalam era globalisasi dan pasar bebas, maka yang diperlukan adalah sumber daya manusia yang andal dan menyiapkan tenaga sesuai kebutuhan pasar kerja. Dalam era globalisasi yang dikenal dengan liberalisasi ekonomi atau perdagangan bebas khususnya bidang jasa tenaga kerja, tenaga kerja Indonesia dituntut harus mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain. Kata kunci dari efisiensi, adalah penggunaan teknologi yang tepat dan dikuasai oleh SDM yang ada. Oleh karena itu dalam perdagangan bebas pembangunan SDM menjadi sangat penting, terutama SDM sebagai pelaku pembangunan atau tenaga kerja

Bahkan, Bali sudah mengirim sumber daya manusia (SDM) yang andal dalam bidang pariwisata, khususnya tenaga kapal pesiar ke Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya di belahan dunia. Hal itu menunjukkan SDM bidang pariwisata dari Bali sudah mampu bersaing di pasar global, namun lembaga pendidikan bidang pariwisata setempat masih tetap dituntut untuk mampu meningkatkan mutu lulusannya.

Peningkatan kompetensi dan kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perhatian Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi). Upaya itu adalah kiat untuk mempertahankan diri ditengah era globalisasi dan penerapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

kemampuan SDM adalah titik berat pihaknya. Profesionalisme adalah yang utama, jika kedepan para pelaku jasa konstruksi di Pulau Dewata tetap ingin eksis. Memang kita akan mengajak, mempersiapkan diri para pengusaha jasa konstruksi, benar-benar meningkatkan profesionalismenya, baik itu melalui peningkatan Sumber Daya Manusianya, kemudian melengkapi peralatannya, dan juga memperkuat permodalannya. 

kemampuan SDM adalah kata kunci bagi para pemain lokal bersaing dengan pegiat jasa konstruksi nasional baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan untuk membidangi SDM, Gapensi disebut secara khusus membentuk Gabungan Ahli Teknik Nasional Indonesia (Gatensi). Terkait peningkatan SDM, kami juga di Gapensi ini sudah membentuk organisasi yang bergerak dibidang ketenagakerjaan yaitu organisasi profesi Gatensi Bali. Karena kita dalam rangka mempersiapkan SDM-SDM daripada badan usaha yang menjadi anggota Gapensi, ini perlu dilengkapi dengan kemampuan kompetensi, mereka harus bersertifikat.

Kalau kita melihat fakta, ketersediaan pekerjaan yang ada itu berbanding terbalik dengan keberadaan daripada perusahaan kita di Bali ini. Jumlah proyek-proyek besar yang lebih banyak, sedangkan proyek-proyek kecil sangat sedikit, sementara pengusaha kita justru yang besar itu hanya bisa dihitung dengan jari. Malah yang banyak itu yang kecil, dan menengah. Yang paling banyak itu justru kecil.

Nah oleh karena demikian harapan kami kepada pemerintah, harus ada semacam perhatian kepada pengusaha lokal ini, dengan melihat kondisi yang ada, bagaimana caranya pemaketan-pemaketan proyek itu tidak digabung-gabung. Kalau memang proyeknya satu paket kan memang tidak boleh dipecah, tetapi kalau ada proyek yang bisa misalnya tidak harus digabung, ya jangan digabung. Sehingga lebih banyak ketersediaan paket-paket yang menengah, kecil, tidak terlalu banyak ada proyek-proyek besar,” tutup I Wayan Adnyana yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Bali ini. 

Keberadaan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian Bali menjadikan industri keramahtamahan (hospitality) mempunyai peran yang sangat strategis. Namun semua pihak harus memiliki pemahaman komprehensif tentang kepariwisataan, sehingga bermanfaat sebesar-besarnya bagi kesejahtaraan bangsa secara merata dan tetap menjaga kelangsungan sumber daya yang ada agar bermanfaat bagi generasi mendatang.

Usaha Yang Akan Di Kembangkan Jika Mendapatkan Kesempatan Membuka Usaha di Dunia Pariwisata

Bali, salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keunggulan dengan beragam budaya yg unik dan destinasi wisata yg sangat indah. Begitu juga dengan pantainya dengan pemandangan yg indah dan dapat melihat sunset cantik di sore hari. Dengan keunggulan ini, tentunya ini dapat berpengaruh besar bagi perekonomian masyarakat bali. Ini disebabkan oleh tersedianya lapangan kerja, khususnya cinderamata ataupun aksesoris lainnya yang berciri khas Bali yg sangat di sukai oleh wisatawan mancanegara.

Berbicara mengenai art shop, di Bali sudah sangat banyak berdiri art shop art shop di daerah destinasi wisata. Ini tentunya terjadi persaingan yg sangat ketat antar pedagang. Ini dikarenakan, jenis produk yg dijual hampir sama dengan beberapa pedagang yang lain. Yg membedakan hanyalah pada harga dan pintar – pintarnya pedagang dalam mencari customer.

Namun, perlu diketahui untuk membuka art shop harus dipikirkan terlebih dahulu apa yang sekiranya akan di butuhkan dan lebih di sukai oleh tamu mancanegara. Selain itu, jenis produk yg akan kita jual apakah sudah ada yg menjualnya di tempat yg akan kita tempati itu jg harus perlu diperhatikan. Jika memang sudah ada, tidak diharuskan untuk pindah, tetapi kita harus tetap membuka usaha tersebut dengan kunci utamanya yang ada pada kualitas barang dan harga yang pas yg akan diberikan kepada tamu. Jadi, pemilik art shop itu boleh siapa saja asal memiliki strategi yg cerdik dalam menjalankannya. Karena peluang membuka usaha art shop ini tidak ada batasannya, dan sangat berpeluang berpenghasilan besar jika tepat memilih jenis produk yg akan dijualkan.

Berbicara mengenai peluang usaha, jika saya diberikan kesempatan untuk membuka usaha, saya akan membuka usaha toko sandal sepatu dan aksesoris lainnya yg terbuat dengan menggukan kulit asli. Mengapa saya memilih membuka usaha ini? Karena saya lihat usaha ini memiliki persentase besar dalam hal penghasilan dan dalam hal ketertarikan dari tamu. Usaha yg saya jalani ini nantinya akan meneruskan usaha mama saya yang sudah memeliki beberapa loyal customer.

Tentunya, jika usaha ini saya yg pegang, mungkin ada beberapa sistem pemasaran / cara melayani yang berbeda dengan mama. Dan saya juga berencana untuk mengadakan cabang kedua di daerah Pantai Kuta. Alasannya karena di Pantai Kuta ini juga merupakan daerah ramai yg dikunjungi tamu, sehingga barang kita dapat di lihat oleh orang banyak, dan dapat mendatangkan customer yg lebih banyak jika mereka tertarik.

Mungkin usaha ini memang terliha biasa saja dan terlintas dipikiran kalian bahwa sedikit yg berminat dengan barang ini. Tetapi tanggapan itu sangat salah, karena market wisman di daerah kuta kebanyakan berasal dari Australia. Dimana penduduk australia ini dikenal banyak yang menyukai shopping dan sangat senang berkunjung ke Bali. Bahkan, setiap mereka ke Bali pun pasti akan selalu membeli sandal ini. Warga Australia memang sangat menyukai hal – hal yg unik, nyaman dipakai dan juga kualitas barang yg bagus. Bahkan selalu mereka membeli sandal ini lebih dr 1. 

Sejujurnya, di Australia ini memang ada toko sandal yang sama seperti saya. Namun, hanya saja harganya lebih mahal dari apa yang saja jual. Sehingga, ini membuat beberapa warga Australia membeli disini. Bahkan usaha ini sudah bisa menangani pengiriman ke luar negeri, yaitu Australia.

Ini baru mama saja yg menjalankan, bagaimana jika nanti saya ikut membuka cabang kedua nya untuk segera beroperasi?! Hasilnya akan sangat berlimpah dan akan merasa itu sangat cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari.

Strategi yg saya kan lakukan jika saya memegang usaha ini adalah dengan memanfaatkan media instagram sebagai media promosi, membuatkan discount ataupun special price untuk customer tertentu. Karena dengan begini, usaha ini akan lebih dikenal oleh masyarakat luas dan tamu senang akibat special price yg diberikan kepadanya.

Jadi , dr penjelasan tersebut saya memang sudah sangat menantikan kesempatan untuk melanjutkan ataupun membuka cabang baru dr usaha mama saya ini. Karena disini saya bisa bebas waktu dan tidak dirumitkan oleh jadwal jam kerja yang tetap.

Dampak Industri 4.0 Terhadap Pariwisata

Dewasa ini kita berada di ambang revolusi yang secara fundamental akan mengubah pola hidup seperti cara manusia bekerja dan berhubungan satu sama lain. Perkembangan akan terus terjadi dan sulit untuk diprediksi. Datangnya era creative atau cultural industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah perubahan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata.

Revolusi industri telah terjadi sejak tahun 1750-an dan terus berlanjut sampai sekarang. Dimulai dari mesin uap yang mendominasi industri saat itu, dari kereta sampai mesin penggerak turbin. Dan sekarang memasuki revolusi industri ke 4, semuanya telah berubah secara dramatis. Tren otomatisasi, pertukaran data terkini, komputasi awan, Internet of things (IoT), kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan semua hal virtual yang mampu memudahkan kegiatan operasional kita. Hampir semua hal.

Revolusi industri secara simpel artinya adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul.

Saat ini generasi millenial sebesar 70% sudah menikmati manfaat era digital. Mereka dapat melihat destinasi wisata maupun tempat menginap disuatu daerah wisata dengan mudah, cepat dan mudah.

Dan perlu diketahui, kita sedang berada di ambang revolusi yang secara fundamental akan mengubah pola hidup seperti cara manusia bekerja dan berhubungan satu sama lain. Perkembangan akan terus terjadi dan sulit untuk diprediksi. Dan saat ini kita sedang berada pada Revolusi Industry 4.0

Teknologi di sekitar kita telah berevolusi, membawa banyak kemudahan bagi masyarakat. Ingat saja, 20 tahun yang lalu tidak ada perusahaan seperti Google, Alibaba, Facebook, Twitter, YouTube, Uber, Airbnb, Salesforce, Snapchat, Instagram, Fitbit, Spotify, dan WeChat. Sangat berbeda dengan sekarang, yg sudah tidak asing lagi dengan sosial meda diatas.

Revolusi Industri 4.0 menekankan konsep digital dalam memenuhi kebutuhan industri dan perekonomian. Revolusi ini akan membawa banyak perubahan industri yang akan semakin kompak dan efisien. Dampak yang diberikan karena revolusi industri 4.0 akan signifikan seperti berkurangnya sumber daya manusia karena digantikan dengan mesin

Ada empat prinsip rancangan dalam Revolusi Industri 4.0. Prinsip-prinsip ini membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengimplementasikan skenario-skenario dalam revolusi Industri 4.0

Interoperabilitas (kesesuaian): Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain lewat Internet of Things (IoT) atau Internet of People (IoP).

Transparansi informasi: Kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor yg membutuhkan pengumpulan data sensor mentah agar menghasilkan informasi konteks bernilai tinggi.

Bantuan teknis: Pertama, kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah genting yang mendadak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang tidak menyenangkan, terlalu berat, atau tidak aman bagi manusia.

Keputusan mandiri: Kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan sendiri dan melakukan tugas semandiri mungkin. Bila terjadi pengecualian, gangguan, atau ada tujuan yang berseberangan, tugas didelegasikan ke atasan.

Untuk menghadapi era Industri 4.0, Go-digital menjadi salah satu program strategis Kemenpar dalam upaya memenangkan pasar demi mencapi target 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019. Tourism 4.0 akan memusatkan target pada generasi milenial yg saat ini mencapai 50 persen dari keseluruhan wisatawan inbound ke Indonesia.

Dan pada era inilah sudah terlihat perubahan perilaku wisatawan ketika search and share 70% sudah melalui digital. Contohnya pada travel agent yg saat ini sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata, semua sudah berubah dengan digital.

Namun demikian, industry 4.0 bisa dikatakan dapat membantu proses pengenalan destinasi wisata kepada masyarakat luas hanya dengan search and share pada akun sosial media. Dengan begitu, destinasi pariwisata akan dikenal masyarakat dan niscaya ini akan mengalami pengembangan yang sangat pesat akibat jumlah kunjungan yang bertambah akibat rekomendasi dari orang – orang yang memposting mengenai objek wisata tersebut.

Tetapi ini juga membuat kerugian bagi masyarakat, karena besar kemungkinan tenaga manusia tidak lagi dibutuhkan dalam jumlah banyak. Ini dikarenakan adanya mesin ataupun teknologi digital yang dapat mengerjakan suatu pekerjaan dengan mudah dan cepat.

Travel Digital di Era Milenial

Siapa yang tidak suka traveling? Memang, traveling dapat mengurangi stres sekaligus menambah pengalaman. Di Indonesia sendiri, sangat banyak destinasi wisata di Indonesia yang cantik dan wajib dikunjungi, terutama bagi para millennials.

Pariwisata sampai saat ini juga masih masuk ke dalam lima sektor prioritas pembangunan Indonesia tahun 2018, bersama dengan sektor pangan, energi, maritim, dan kawasan industrI ekonomi khusus. Pariwisata di Indonesia tahun 2017 juga telah mampu mendorong tumbuhnya sektor lain, seperti industri kecil di pedesaan, agro wisata, industri kreatif seni budaya, dan kuliner.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo juga telah menggencarkan pembangunan infrastruktur menuju destinasi prioritas.Episode mimpi buruk pariwisata di Indonesia terjadi ketika Bom Bali 12 Oktober 2002. Pady’s Café dan Sari Club di Legian luluh lantah dibom oleh tiga pelaku teror Imam Samudra, Amrozy, dan Ali Gufron. Korban tewas 202 orang, 300 luka-luka dan 88 orang korban yang meninggal adalah warga negara Australia. Pariwisata Indonesia saat itu terasa tumbang. Beberapa pengusaha pariwisata jatuh bangkrut akibat travel warning yang dikeluarkan oleh beberapa negara. Kunjungan wisatawan asing dan domestik menurun drastis. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terjadi di industri pariwisata dan dunia usaha lain yang menopang pariwisata.

Belum lagi pariwisata Indonesia pulih, Bali kembali diguncang bom. Pariwisata Indonesia kembali diuji oleh mimpi buruk. Dua peristiwa tersebut menggambarkan peneguhan, betapa tourism dan terrorism menjadi dua hal yang berbeda namun sangat berdekatan.

Mimpi buruk pariwisata Indonesia dilengkapi dengan erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali sejak Oktober hingga Desember 2017 dan juga sejak Februari 2018 dan masih terhitung hingga saat ini.. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan erupsi tersebut menimbulkan kerugian bagi sektor pariwisata Indonesia. Kerugian ditaksir mencapai 250 milyar rupiah per hari atau jika ditotal mencapai 9 triliun rupiah. Padahal periode tersebut adalah peak season bagi kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Berbicara pariwisata tentu tak lepas dari partisipasi terkhusus dalam pengembangan pariwisata di Bali. Partisipasi menjadi titik mula dalam pengembangan wisata berbasis masyarakat. Dengan partisipasi dari semua pihak khususnya masyarakat, iklim wisata akan terbangun. Ketika semua orang turut mendukung, maka para wisatawan akan merasa nyaman berdiam di sebuah objek wisata.

Terdapat pemikiran yang kurang tepat berkembang, jika mengembangkan objek wisata difokuskan pada bagaimana membangun destinasi. Karena tidak hanya destinasi, tetapi juga masyarakat sekitar adalah aspek utama yg harus di tata terlebih dahulu. Keterlibatan semua orang untuk menjadikan lingkungannya sebagai lokasi yang nyaman bagi para wisatawan adalah hal pokok yang harus dituntaskan terlebih dahulu.

Selain partisipasi, prinsip yang harus dijaga dalam pengembangan wisata adalah menjaga kebudayaan. Wisata tidak boleh hanya mengedepankan tujuan ekonomi tapi juga keberlanjutan sosial budaya dan lingkungan.Inti wisata berbasis masyarakat bukan soal bagus atau tidaknya destinasi, tetapi soal pola pikir masyarakat dalam membuat wisatawan senang dan berniat akan datang kembali di lain waktu. Keadaan seperti ini akan sangat mempermudah kegiatan pemasaran, khususnya pariwisata di desa – desa yang sudah mulai menemui kesuksesannya karena bantuan dari teknologi digital dan keberadaan generasi milenial.Generasi ini umumnya memiliki karakter sebagai pengguna media dan teknologi digital. Penggerak wisata berbasis masyarakat harus mengenali karakter dan cara generasi milenial dalam berkomunikasi. Menguasai cara generasi milenial berkomunikasi berarti menguasai proses pemasaran wisata.

Di era digital dan media sosial ini, travelling dapat dijadikan ajang untuk memperlihatkan eksistensi diri. Terutama di Instagram dengan feeds yang diatur sedemikian rupa sehingga terlihat menarik. Dapat di katakan bahwa generasi milenial berkontribusi besar untuk pariwisata Indonesia, ini di sebabkan karena millennials dan kebiasannya dalam bermedia sosial sangat membantu dalam pertumbuhan pariwisata RI.

Disebutnya esteem economy. Orang yang ingin menunjukan eksistensinya dengan melakukan kebiasaan berfoto di tempat – tempat wisata kemudian di upload di sosial media ditambah dengan kebiasaan ikut – ikutan yang membuat semakin naiknya angka pariwisata domestik RI.

Ada 3 (tiga) program prioritas di Tahun 2018 untuk mewujudkan 20 Juta Wisman di Tahun 2019, Digital Tourism (E-Tourism), Homestay Desa Wisata dan Konektivitas Udara (Air Accesibility). Saat ini Era dunia telah berubah, perusahaan Digital merajai ekonomi dunia dengan konsep sharing economy-nya. Pariwisata Indonesia juga harus beradaptasi dan bertransformasi dengan era baru tersebut, maka lahirlah program kebijakan Digital Tourism.

Begitu besarnya pengguna internet saat ini yang difasilitasi oleh Smartphone sehingga melahirkan sebuah Generasi Milenial. Sebuah generasi yang 80% eksis di dunia maya, media sosial dan media digital. Kementerian Pariwisata menangkap peluang ini dengan melahirkan sebuah komunitas netizen zaman now yang tertarik dengan pariwisata dan 80% bergerak di sosial media, yaitu GenPI (Generasi Pesona Indonesia) dan GenWI (Generasi Wonderful Indonesia) yang sangat disambut baik oleh Menteri Pariwisata. Dimana GenPI/GenWI adalah generasi milenial dengan basis komunitas yang aktif mempromosikan Pariwisata Indonesia baik melalui blog, vlog atau medsos kepada masyarakat luas. Mereka sangat aktif dan rutin menggunakan jari mereka untuk pariwisata Indonesia. Passion mereka memang di pariwisata, untuk itu setiap hari mempromosikan tema-tema pariwisata di Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, WeChat, Weibo, Line, Path, dan platform medsos lainnya.

Generasi milenial adalah konsumen wisata yang sangat potensial. Selain jumlah yang besar, karakter mereka secara tidak langsung sangat mendukung proses promosi. Karenanya, pengelola wisata dituntut untuk mengikuti keinginan dan harapan mereka. Jika tidak, tentu mereka akan mengabaikan wisata kita. Secara berurutan, generasi milenial paling banyak menggunakan media sosial youtube, facebook dan instagram. Pegiat wisata berbasis masyarakat harus mempelajari karakter dari ketiga media sosial tersebut. Secara teknis, perlu riset media sosial untuk mendapatkan hati para generasi milenial. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari kata kunci yang berhubungan dengan wisata yang sedang kita kembangkan

Contoh saja event Nusa Dua Light Festival yang berlokasi di Peninsula Island yang dilaksanakan oleh ITDC yang berlangsung pada tanggal 30 Mei hingga 14 Juli 2019. event ini sangat memanfaatkan teknologi digital dengan baik di era milenial yang menggunakan media instagram sebagai sumber promosi ke masyarakat. Selain itu dibantu dengan hastag yang menjadi cirikhas event ini adalah #nusadualightfestival , #NDLF2019 , #nusadualightfestival2019. Dengan hastag ini, event akan lebih dikenal oleh masyarakat luas dikarenakan munculnya hastag ini pada setiap postingan yang di upload wisatawan yang berkunjung. Dan parahnya, akun instagram @nusadualightfest ini sudah mencapai 12,9 ribu pengikut loh!!

Inilah bukti nyata teknologi digital yang sangat berkaitan erat dengan generasi milenial yang dimana sangat membantu pengembangan pariwisata di daerah.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai